Senin, 08 Juni 2015

tugasfistek fakultas pertanian



TUGAS FISIOLOGI DAN TEKNOLOGI
PASCA PANEN
PANEN DAN KEGIATAN PASCA PANEN
BUAH SEMANGKA (Citrulus lanatus thunb)
UNIVERSITAS MATARAM
OLEH
SUMARJAN
C1M011144
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MATARAM
2013

PENDAHULUAN
Dengan potensi pengembangan buah-buahan di Indonesia sangat besar. Keanekaragaman varietas dan didukung oleh iklim yang sesuai untuk buah-buahan tropika, menghasilkan berbagai buah-buahan yang sangat bervariasi. Disamping itu luas areal yang cukup luas sehingga dapat menghasilkan buah-buahan yang cukup potensial disamping komoditi lainnya.
Untuk menghasilkan buah-buahan dengan kualitas yang baik, disamping ditentukan oleh perlakuan selama pra panen, ditentukan juga oleh faktor penanganan pasca panen mulai dari pemanenan sampai dipasarkan kepada konsumen. Jumlah dan jenis kegiatan dalam rantai penanganan pasca panen buah tergantung pada jenis buahnya. Secara umum proses penanganan pasca panen buah meliputi pemanenan, pengumpulan, sortasi, pembersihan dan pencucian, grading.
Salah satu mata rantai dalam pencapaian standar mutu yang ditetapkan secara Nasional dalam Standar Nasional Indonesia (SNI). Penanganan pasca panen secara baik dan benar dapat menekan kehilangan/kerusakan hasil, mempertahankan mutu dan daya simpan produk sesuai SNI yang telah ditetapkan sehingga mampu bersaing di pasar baik domestik maupun internasional.
Penanganan pasca panen buah- buahan dimulai sejak komoditas dipisahkan dari tanaman (dipanen), dan berakhir bila komoditas tersebut dikonsumsi. Penanganan (handling) yang dimaksudkan di sini adalah penanganan segar, yaitu segala macam aktivitas yang dilakukan pada komoditas sejak dipanen sampai bahan dikonsumsi. Sehingga untuk menekan kehilangan/kerusakan buah-buahan ini, produsen maupun pelaku usaha harus mengerti faktor-faktor apa saja yang dapat mengakibatkan kerusakan/kehilangan selama proses penanganan pasca panen buah









CARA PANEN  dan PERLAKUAN PASCA PANEN
BUAH SEMANGKA
Semangka (Citrulus lanatus thunb) merupakan buah yang mempunyai nilai komersial di Indonesia, dan memiliki pangsa pasar yang luas mulai dari pasar tradisional hingga pasar modern.adapun ciri-ciri buah semangka yang sudah masak dapat dilihat sebagai berikut:
a.       Tangkai buah mengecil, hingga terlihat tidak sesuai dengan ukuran buah tersebut. Tangkai seperti itu sudah tidak berbulu, dan biasanya cenderung bergaris-garis coklat yang dalam beberapa waktu makin dominan.
b.      Warna buah mengkilat. Sulur pada bagian pangkal buah kecil dan mengering. Bagian buah yang terletak di atas landasan berubah warna dari putih menjadi kuning tua.
c.       Bila ditepuk, buah yang telah tua cenderung mengeluarkan nada tinggi.
Setelah itu buah yang sudah masak dapat dipanen.
Gambar1: semangka yang sudah matang
1.      PANEN
Pemanenan harus dilakukan dengan hati-hati, karena memar dan luka akan berpengaruh tidak hanya pada penampilan juga dapat sebagai pintu masuknya mikroba pembusuk, yang nantinya akan tampak sebagai bercak berwarna sehingga produk menjadi tidak menarik.
Buah yang dipetik sekaligus dapat langsung dipotong dengan gunting pada tangkai buah sejarak 7 cm dari buah. Buah yang direncanakan dipetik bertahap dipilih yang benar-benar tua, kemudian dipetik seperti cara di atas.

2.      PENGUMPULAN
Buah diangkut dengan menggunakan bakul yang diberi alas jerami kering kemudian digendong ataupun dipikul menuju ke tempat penimbangan.
Pengangkutan dari kebun ke tempat pengumpulan yang kurang baik dapat mengakibatkan kerusakan fisik seperti terjadinya benturan antara buah, goresan dan memar oleh bahan kemasan. Umumnya buah diangkut dari lapang ke tempat pengumpulan dengan berjalan kaki (dipikul, dijinjing atau disunggi), sepeda atau sepeda motor. Lokasi dan kondisi tempat pengumpulan perlu diperhatikan agar dapat memperkirakan penanganan buah yang harus dilakukan. Letak tempat pengumpulan yang lebih rendah dari kebun dapat memberikan resiko yang cukup besar terjadinya kerusakan. Goncangan selama pengangkutan dapat menyebabkan getaran dan tekanan antar buah.
Buah yang dikumpulkan disusun pada lantai kendaraan yang telah dilapisi jerami kering setebal 10-15 cm. Tinggi susunan maksimum 7 buah, dengan pelapisan jerami kering pada setiap buah. Posisi buah mendatar (horizontal).
3.      SORTASI
Sebelum dilaksanakan proses sortasi, sebelumnya dilaksanakan Presorting terlebih dulu untuk memilah produk yang luka, busuk dan cacat lainnya sebelum penanganan berikutnya, memisahkan produk yang cacat untuk menghindari penyebab infeksi ke produk lain. Sortasi dilakukan untuk memisahkan buah-buahan yang mutunya baik dengan kurang baik yaitu ukuran terlalu kecil, kematangan tidak sesuai, rusak dan sebagainya. Sortasi harus diusahakan agar terhindar dari kontak sinar matahari langsung karena akan menurunkan bobot atau terjadi pelayuan dan meningkatkan aktivitas metabolisme yang dapat mempercepat proses pematangan/respirasi.
4.      PENCUCIAN
Pencucian dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan kotoran (tanah) serta residu pestisida (insektisida atau fungisida). Pembersihan kotoran berupa debu, tanah, serpihan ranting dan dedaunan dapat dilakukan dengan cara menyikat buah dengan sikat halus. Pencucian dilakukan dengan cara merendam dalam air bersih Dengan ditambahkan cairan khlorin yang dapat membunuh mikroba penyebab kebusukan.

                                                                  





 









5.      GRADING
Grading bertujuan untuk memisahkan produk berdasarkan mutu, berat dan ukuran. Pemisahan ini dapat didasarkan pada pencirian sifat fsik produk. Penilaian yang subyektif ini menghasilkan mutu produk yang tidak seragam. Untuk menghindari hal tersebut, maka di negara-negara maju telah dibuat suatu alat grading yang bekerja secara otomatis menggunakan komputer.
Semangka digolongkan menjadi 3 (tiga) kelas mutu sebagai berikut: -  kelas super; -  kelas A; -  kelas B.
a.       Kelas super
Semangka berkualitas paling baik (super) yaitu bebas dari cacat kecuali cacat sangat kecil pada permukaan.
b.      Kelas A
Semangka berkualitas baik, dengan cacat yang diperbolehkan sebagai berikut: -  sedikit penyimpangan pada bentuk; -  cacat sedikit pada kulit seperti lecet, tergores atau kerusakan mekanis lainnya; -  cacat tersebut tidak mempengaruhi isi buah. - total area yang cacat tidak lebih dari 10 % dari luas total seluruh permukaan buah.
c.       Kelas B
Semangka berkualitas baik, dengan cacat yang diperbolehkan sebagai berikut: -  penyimpangan pada bentuk; -  cacat sedikit pada kulit seperti lecet, tergores atau kerusakan mekanis lainnya; -  cacat tersebut tidak mempengaruhi isi buah. - total area yang cacat tidak lebih dari 15 % dari luas total seluruh permukaan buah.
Setelah dilakukan grading, maka selanjutnya dilakukan pengemasan dan pelabelan sesuai grad semangka.
6.      PENGEMASAN
Pengemasan berfungsi untuk memudahkan proses pengangkutan dan untuk melindungi buah-buahan dari kerusakan fisik selama pengangkutan. Pengemas tidak boleh menghalangi keluarnya panas . Bahan pengemas luar untuk pengangkutan dan pengapalan harus kuat dalam konstruksinya, bahan bisa terbuat dari kayu, rotan, bambu atau karton bergelombang.
7.      PENGANGKUTAN
Proses pengangkutan harus memperhatikan hal berikut: buah semangka mulai dari lapangan sampai ke konsumen Buah yang diangkut sebaiknya terhindar dari sinar matahari secara langsung selama pengangkutan. Selama pengangkutan, buah yang diangkut agar dijaga dari kemungkinan terjadi benturan, gesekan dan tekanan yang terlalu berat sehingga dapat menimbulkan kerusakan atau menurunnya mutu produk tersebut.


DAFTAR PUSTAKA
Suryadi.2012. penanganan pasca panen buah. Jakarta. Penerbit Angkasa.
Suwandi, Wihardjo. 1993. Bertanam Semangka.Yogyakarta. Kanisius.
Mochd. Baga Kalie. 1993. Bertanam Semangka. Jakarta. Penabar swadaya.

1 komentar:

  1. Las Vegas hotel and casino Caesars Palace atlantic city hotel and william hill william hill 메리트 카지노 고객센터 메리트 카지노 고객센터 fun88 fun88 787lottery numbers super lotto, lotto lottery ticket

    BalasHapus