TUGAS FISIOLOGI
DAN TEKNOLOGI
PASCA PANEN
PANEN DAN
KEGIATAN PASCA PANEN
BUAH SEMANGKA (Citrulus lanatus thunb)

OLEH
SUMARJAN
C1M011144
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS MATARAM
2013
PENDAHULUAN
Dengan
potensi pengembangan buah-buahan di Indonesia sangat besar. Keanekaragaman
varietas dan didukung oleh iklim yang sesuai untuk buah-buahan tropika,
menghasilkan berbagai buah-buahan yang sangat bervariasi. Disamping itu luas
areal yang cukup luas sehingga dapat menghasilkan buah-buahan yang cukup
potensial disamping komoditi lainnya.
Untuk
menghasilkan buah-buahan dengan kualitas yang baik, disamping ditentukan oleh
perlakuan selama pra panen, ditentukan juga oleh faktor penanganan pasca panen
mulai dari pemanenan sampai dipasarkan kepada konsumen. Jumlah dan jenis
kegiatan dalam rantai penanganan pasca panen buah tergantung pada jenis
buahnya. Secara umum proses penanganan pasca panen buah meliputi pemanenan,
pengumpulan, sortasi, pembersihan dan pencucian, grading.
Salah satu mata rantai dalam pencapaian
standar mutu yang ditetapkan secara Nasional dalam Standar Nasional Indonesia
(SNI). Penanganan pasca panen secara baik dan benar dapat menekan
kehilangan/kerusakan hasil, mempertahankan mutu dan daya simpan produk sesuai
SNI yang telah ditetapkan sehingga mampu bersaing di pasar baik domestik maupun
internasional.
Penanganan pasca panen buah- buahan
dimulai sejak komoditas dipisahkan dari tanaman (dipanen), dan berakhir bila
komoditas tersebut dikonsumsi. Penanganan (handling) yang dimaksudkan di
sini adalah penanganan segar, yaitu segala macam aktivitas yang dilakukan pada
komoditas sejak dipanen sampai bahan dikonsumsi. Sehingga untuk menekan
kehilangan/kerusakan buah-buahan ini, produsen maupun pelaku usaha harus
mengerti faktor-faktor apa saja yang dapat mengakibatkan kerusakan/kehilangan
selama proses penanganan pasca panen buah
CARA
PANEN dan PERLAKUAN PASCA PANEN
BUAH SEMANGKA
Semangka (Citrulus
lanatus thunb) merupakan buah yang mempunyai nilai komersial di Indonesia,
dan memiliki pangsa pasar yang luas mulai dari pasar tradisional hingga pasar
modern.adapun ciri-ciri buah semangka yang sudah masak dapat dilihat sebagai
berikut:
a. Tangkai buah mengecil, hingga
terlihat tidak sesuai dengan ukuran buah tersebut. Tangkai seperti itu sudah
tidak berbulu, dan biasanya cenderung bergaris-garis coklat yang dalam beberapa
waktu makin dominan.
b. Warna buah mengkilat. Sulur pada
bagian pangkal buah kecil dan mengering. Bagian buah yang terletak di atas
landasan berubah warna dari putih menjadi kuning tua.
c. Bila ditepuk, buah yang telah tua
cenderung mengeluarkan nada tinggi.
Setelah itu buah yang sudah masak
dapat dipanen.

Gambar1:
semangka yang sudah matang
1. PANEN
Pemanenan harus dilakukan
dengan hati-hati, karena memar dan luka akan berpengaruh tidak hanya pada
penampilan juga dapat sebagai pintu masuknya mikroba pembusuk, yang nantinya
akan tampak sebagai bercak berwarna sehingga produk menjadi tidak menarik.
Buah yang dipetik sekaligus dapat
langsung dipotong dengan gunting pada tangkai buah sejarak 7 cm dari buah. Buah
yang direncanakan dipetik bertahap dipilih yang benar-benar tua, kemudian
dipetik seperti cara di atas.
2. PENGUMPULAN
Buah diangkut dengan menggunakan bakul yang diberi alas
jerami kering kemudian digendong ataupun dipikul menuju ke tempat penimbangan.
Pengangkutan dari kebun ke
tempat pengumpulan yang kurang baik dapat mengakibatkan kerusakan fisik seperti
terjadinya benturan antara buah, goresan dan memar oleh bahan kemasan. Umumnya
buah diangkut dari lapang ke tempat pengumpulan dengan berjalan kaki (dipikul,
dijinjing atau disunggi), sepeda atau sepeda motor. Lokasi dan kondisi tempat
pengumpulan perlu diperhatikan agar dapat memperkirakan penanganan buah yang
harus dilakukan. Letak tempat pengumpulan yang lebih rendah dari kebun dapat memberikan
resiko yang cukup besar terjadinya kerusakan. Goncangan selama pengangkutan
dapat menyebabkan getaran dan tekanan antar buah.
Buah
yang dikumpulkan disusun pada lantai kendaraan yang telah dilapisi jerami
kering setebal 10-15 cm. Tinggi susunan maksimum 7 buah, dengan pelapisan
jerami kering pada setiap buah. Posisi buah mendatar (horizontal).
3. SORTASI
Sebelum dilaksanakan proses sortasi,
sebelumnya dilaksanakan Presorting terlebih dulu untuk memilah produk
yang luka, busuk dan cacat lainnya sebelum penanganan berikutnya, memisahkan
produk yang cacat untuk menghindari penyebab infeksi ke produk lain. Sortasi
dilakukan untuk memisahkan buah-buahan yang mutunya baik dengan kurang baik
yaitu ukuran terlalu kecil, kematangan tidak sesuai, rusak dan sebagainya.
Sortasi harus diusahakan agar terhindar dari kontak sinar matahari langsung
karena akan menurunkan bobot atau terjadi pelayuan dan meningkatkan aktivitas
metabolisme yang dapat mempercepat proses pematangan/respirasi.
4. PENCUCIAN
Pencucian dilakukan dengan
tujuan untuk menghilangkan kotoran (tanah) serta residu pestisida (insektisida
atau fungisida). Pembersihan kotoran berupa debu, tanah, serpihan ranting dan
dedaunan dapat dilakukan dengan cara menyikat buah dengan sikat halus.
Pencucian dilakukan dengan cara merendam dalam air bersih Dengan ditambahkan
cairan khlorin yang dapat membunuh mikroba penyebab kebusukan.
![]() |
5.
GRADING
Grading
bertujuan untuk memisahkan produk berdasarkan mutu, berat dan
ukuran. Pemisahan ini dapat didasarkan pada pencirian sifat fsik produk.
Penilaian yang subyektif ini menghasilkan mutu produk yang tidak seragam. Untuk
menghindari hal tersebut, maka di negara-negara maju telah dibuat suatu alat grading
yang bekerja secara otomatis menggunakan komputer.
Semangka digolongkan menjadi 3 (tiga) kelas mutu sebagai berikut: - kelas super; - kelas A; -
kelas B.
a.
Kelas super
Semangka berkualitas paling baik (super) yaitu bebas dari cacat
kecuali cacat sangat kecil pada permukaan.
b.
Kelas A
Semangka berkualitas baik, dengan cacat yang diperbolehkan sebagai
berikut: - sedikit penyimpangan pada
bentuk; - cacat sedikit pada kulit
seperti lecet, tergores atau kerusakan mekanis lainnya; - cacat tersebut tidak mempengaruhi isi buah. -
total area yang cacat tidak lebih dari 10 % dari luas total seluruh permukaan
buah.
c. Kelas B
Semangka berkualitas baik, dengan cacat yang diperbolehkan sebagai
berikut: - penyimpangan pada bentuk;
- cacat sedikit pada kulit seperti
lecet, tergores atau kerusakan mekanis lainnya; - cacat tersebut tidak mempengaruhi isi buah. -
total area yang cacat tidak lebih dari 15 % dari luas total seluruh permukaan
buah.
Setelah dilakukan grading, maka selanjutnya dilakukan pengemasan
dan pelabelan sesuai grad semangka.
6.
PENGEMASAN
Pengemasan
berfungsi untuk memudahkan proses pengangkutan dan untuk melindungi buah-buahan
dari kerusakan fisik selama pengangkutan. Pengemas tidak boleh menghalangi
keluarnya panas . Bahan pengemas luar untuk pengangkutan dan pengapalan harus
kuat dalam konstruksinya, bahan bisa terbuat dari kayu, rotan, bambu atau
karton bergelombang.
7.
PENGANGKUTAN
Proses
pengangkutan harus memperhatikan hal berikut: buah semangka mulai dari lapangan
sampai ke konsumen Buah yang diangkut sebaiknya terhindar dari sinar matahari
secara langsung selama pengangkutan. Selama pengangkutan, buah yang diangkut
agar dijaga dari kemungkinan terjadi benturan, gesekan dan tekanan yang terlalu
berat sehingga dapat menimbulkan kerusakan atau menurunnya mutu produk
tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Suryadi.2012.
penanganan pasca panen buah. Jakarta. Penerbit Angkasa.
Suwandi,
Wihardjo. 1993. Bertanam Semangka.Yogyakarta. Kanisius.
Mochd. Baga Kalie. 1993. Bertanam Semangka. Jakarta.
Penabar swadaya.

Las Vegas hotel and casino Caesars Palace atlantic city hotel and william hill william hill 메리트 카지노 고객센터 메리트 카지노 고객센터 fun88 fun88 787lottery numbers super lotto, lotto lottery ticket
BalasHapus